Propellerads

JENIS - JENIS MELATI

Di antara 200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani, baru sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan dan terdapat delapan jenis melati yang potensial untuk dijadikan tanaman hias. Sebagian besar jenis melati tumbuh liar di hutan-hutan karena belum terungkap potensi ekonomi dan sosialnya.
  • Jasminum sambac Air (melati putih, puspa bangsa)
  • Jasminum multiflorum Andr. (melati hutan: gambir, poncosudo, 'Star Jasmine', J. pubescens Willd.).
  • Jasminum officinale (melati casablanca, Spanish Jasmine) sinonim dengan J. floribundum = Jasmine grandiflorum). Perdu setinggi 1,5 meter.
  • Jasminum rex - Melati Raja King Jasmine).
  • Jasminum parkeri Dunn. (melati pot).
  • Jasminum mensyi (Jasminum primulinum, melati Primrose).
  • Jasminum revolutum Sims. (Melati Italia)
  • Jasminum simplicifolium (Melati Australia, J. volibile, melati Bintang). Melati hibrida. Bunga berwarna merah muda dan harum.
Adapun jenis dan varietes Melati yang ada di Pulau Jawa antara lain:
Jasminum sambac (Melati Putih), antara lain varietas: 'Maid of Orleans', 'Grand Duke of Tuscany', menur dan 'Rose Pikeke'


Jasminum multiflorum ('Star Jasmine')


Jasminum officinale (gambir)

CIRI - CIRI MORFOLOGI
Merupakan sejenis perdu dengan tinggi rata-rata 0,3 – 3 m, pada kebun-kebun penghasil bunga potong rata-rata tingginya 1 m. Kalau tidak dipangkas tanaman melati yang sudah besar akan memanjat pada batang tanaman lain. Tanaman melati banyak ditanam orang di halaman rumah sebagai tanaman hias. Melati dapat berbunga sepanjang tahun dan dapat tumbuh subur pada tanah yang gembur pada ketinggian 600 – 800 m di atas permukaan laut bahkan sampai 1800 m di atas permukaan laut asal mendapat cukup sinar surya.

Tanaman melati berdaun tunggal, berwarna hijau sampai hijau kelabu, helaian daun berbentuk jorong sampai bundar telur, panjang 5 – 10 cm, lebar 4 – 6 cm, ujungnya runcing, pangkal membulat, tepi rata, tulang daun menyirip menonjol pada permukaan bawah, permukaan daun mengkilap, tangkai daun pendek sekitar 5 mm, tersusun berhadapan

P E N A N A M A N
Penanaman melati pada umumnya tidak diperlukan pengolahan tanah secara total tetapi cukup dibuat lubang tanam dengan ukuran panjang sekitar 30 – 40 cm, lebar 30 – 40 cm dan kedalaman 30 cm. Jangan lupa gulma disekitamya dibersihkan.

Kemudian buat alur sedalam 30 cm dan lebar 30 – 40 cm, kemudian alur tersebut diisi dengan kompos dari berbagai bahan limbah pertanian seperti rumput kering, pupuk kandang dan lain-lainnya, kemudian ditutup tanah dan buat guludan setinggi 20 – 30 cm dengan maksud untuk memperkaya bahan organik di dalam tanah. Selanjutnya sekitar 1 bulan kemudian bibit melati ditanam pada guludan tersebut dengan jarak yang telah ditentukan. Sebelum bibit ditanam, tanah dan kompos pada lubang tanaman diaduk teriebih dahulu dan kemudian bibit ditanam.

PERANGSANG BUNGA
Zat perangsang / Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi bunga Melati. Zat perangsang bunga yang berpengaruh baik terhadap pembungaan melati adalah Cycocel (Chloromiguat) dan Etherel. Tanaman melati yang di semprot dengan Cycocel berkonsentrasi 5.000 ppm memberikan hasil bunga yang paling tinggi, yakni 1,45 kg/ tanaman.

POTENSI & KHASIAT
Ada sisi lain dari melati yang perlu diungkap. Bagian akar, daun dan bunga melati mengandung bermacam unsur kimia yang sangat bermanfaat untuk pengobatan. Diantaranya adalah senyawa asam format, asam asetat, asam benzoat, asam salisilat, indol, jasmon, dan livalylacetaat.

BUNGA DAN DAUN melati terasa pedas, manis dan sejuk dilidah. Beraneka rasa ini memberikan khasiat anti radang (anti inflamasi), peluruh kencing (diuretik), melancarkan pernafasan dan merangsang pengeluaran keringat (diaforetik).Tidak heran bila bunga dan daun melati dapat digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit influenza, demam, sakit kepala, diare, cacingan, radang mata merah, jerawat, bisul, sesak nafas, asma dan mengurangi produksi air susu ibu yang berlebihan.

AKAR melati menebarkan efek farmakologis sebagai pemati rasa (anestetik). Berbagai literatur menyebutkan beberapa penyakit seperti insomnia (susah tidur), keseleo, cacingan, sakit gigi, sakit kepala, vertigo dan rasa sakit pada penderita patah tulang (fraktur) dapat diobati dengan ramuan akar melati. Mengingat begitu banyak khasiat yang bisa dipetik, Tanamlah melati di pekarangan rumah anda. Selain ditebari bau harum, juga memiliki cadangan obat yang dapat digunakan setiap saat.

NAMA MELATI DIBERBAGAI D A E R A H
Di Indonesia nama melati sudah dikenal di wilayah Nusantara. Tapi setiap daerah menamai melati dengan sebutannya sendiri antara lain ;
Menuh (Bali),
Meulu Cut / Meulu China (Aceh),
Menyuru (Banda),
Melur (Gayo dan Batak Karo),
Manduru (Menado),
Mundu (Bima dan Sumbawa),
Manyora (Timor),
Malete (Madura).
 (Mas Boo Rooms / dari berbagai sumber)
Blog, Updated at: Monday, July 02, 2012
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Propellerads iklan

Artikel Lainnya