Jumat, 21 September 2012

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN DIVIDEND PAYOUT RATIO

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KEBIJAKAN
DIVIDEND PAYOUT RATIO
(Studi Kasus Pada Perusahaan Yang Terdaftar
Di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2007)
TESIS
Diajukan sebagai salah satu syarat
untuk menyelesaikan Program Pascasarjana
pada program Magister Manajemen Pascasarjana
Universitas Diponegoro
Disusun oleh:
FIRA PUSPITA, SE C4A006167
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN
PROGRAM PASCA SARJANA
UNVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2009

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Kebijakan dividen sangat penting karena mempengaruhi kesempatan
investasi perusahaan, harga saham, struktur finansial, arus pendanaan dan posisi
likuiditas. Dengan perkataan lain, kebijakan dividen menyediakan informasi
mengenai performa (performance) perusahaan. Oleh karena itu, masing-masing
perusahaan menetapkan kebijakan dividend yang berbeda-beda, karena kebijakan
dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan dalam membayar dividen kepada
para pemegang sahamnya, maka perusahaan mungkin tidak dapat
mempertahankan dana yang cukup untuk membiayai pertumbuhannya di masa
mendatang. Sebaliknya, maka saham perusahaan menjadi tidak menarik bagi
perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat mempertimbangkan antara
besarnya laba yang akan ditahan untuk mengembangkan perusahaan
(Nurmala,2006: p.18).
Saxena (1999: p.3) mengemukakan bahwa isu tentang dividen sangat
penting dengan berbagai alasan antara lain:Pertama, perusahaan menggunakan
dividen sebagai cara untuk memperlihatkan kepada pihak luar atau calon investor
sehubungan dengan stabilitas dan prospek pertumbuhan perusahaan di masa yang
akan datang. Kedua, dividen memegang peranan penting pada struktur
permodalan perusahaan.
Dalam menetapkan kebijakan dividen, seorang manager keuangan
menganalisis sampai seberapa jauh pembelanjaan dari dalam perusahaan sendiri
yang akan dilakukan oleh perusahaan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini
mengingat bahwa hasil operasi yang ditanamkan kembali dalam perusahaan
sesungguhnya adalah dana pemilik perusahaan yang tidak dibagikan sebagai
dividen. Oleh sebab itu, atas dasar pertimbangan antara risiko dan hasil, perlu
diputuskan apakah lebih baik hasil operasi tersebut dibagikan saja sebagai dividen
ataukah ditanamkan kembali dalam bentuk laba ditahan, yang merupakan sumber
dana permanen yang perlu dipertimbangkan pemanfaatannya di dalam perluasan
dan pengembangan usaha perusahaan (Dharmastuti, Stella, dan Eviyanti,2003:
p.1).
Myers (1984) dalam Myers dan Majluf (1984) menyatakan bahwa
perusahaan mempunyai kecenderungan untuk menentukan pemilihan sumber
pendanaan yaitu dengan internal equity dahulu. Apabila internal equity dianggap
tidak mencukupi baru menggunakan external. Penggunaan external finance
sendiri pertama-tama menggunakan hutang, apabila hutang tidak mencukupi baru
kemudian perusahaan menggunakan external equity. Internal equity yang
diperoleh dari laba ditahan merupakan sumber pendanaan yang lebih baik
dibanding hutang karena tidak mempunyai risiko. Hutang merupakan sumber
dana lebih bagi dibandingkan penerbitan saham baru, meskipun keduanya
mempunyai risiko, tetapi risiko hutang lebih kecil dibandingkan dengan
penerbitan ekuitas baru.
Menurut teori residual dividen, perusahaan akan membayarkan dividen
kepada pemegang saham hanya jika perusahaan tersebut sudah tidak mempunyai
kesempatan melakukan suatu investasi yang menguntungkan, dalam hal ini net
present value yang positif. Chang dan Ree (1990), yang meneliti 508 perusahaan
dengan menggunakan lima variabel yang terdiri dari : asset growth potential,
earning variability, debt to equity ratio, non debt tax shields, firm size dan return
on asset tahun sebelumnya selama 19 tahun periode 1969-1987. Untuk
konsistensi dengan teori dan pengujian secara empirik pada faktor-faktor penting
yang berpengaruh pada pembayaran dividen, sebagai variabel dependen dan
hubungannya dengan variabel independen, Chang dan Rhee (1990)
menggambarkan sifat dan hubungan yang terjadi antara variabel dependen dengan
variabel independen dengan hasil penelitian terhadap asset growth, semakin tinggi
tingkat petumbuhan perusahaan maka semakin banyak dana yang dibutuhkan oleh
perusahaan tersebut untuk investasi, sehingga dana yang tersedia dari laba akan
ditahan sebagai retained earnings dan tidak dibayarkan sebagai dividen.
Pada umumnya para investor mempunyai tujuan utama untuk
meningkatkan kesejahteraannya yaitu dengan mengharapkan return dalam bentuk
dividen maupun capital gain. Di lain pihak, perusahaan juga mengharapkan
adanya pertumbuhan secara terus menerus untuk mempertahankan kelangsungan
hidupnya, yang sekaligus juga harus memberikan kesejahteraan yang lebih besar
kepada para pemegang sahamnya. Tentunya hal ini akan menjadi unik karena
kebijakan dividen adalah sangat penting untuk memenuhi harapan para pemegang
saham terhadap dividen , dan dari satu sisi juga tidak harus menghambat
pertumbuhan perusahaan. Para investor yang tidak bersedia mengambil risiko
(risk aversion) mempunyai pandangan bahwa semakin tinggi juga tingkat
keuntungan yang diharapkan sebagai hasil atau imbalan terhadap risiko tersebut.
Selanjutnya dividen diterima pada saat ini akan mempunyai nilai yang lebih
tinggi daripada capital gain yang akan diterima di masa yang akan datang.
Dengan demikian investor yang tidak bersedia berspekulasi akan lebih menyukai
dividen daripada capital gain (Damayanti dan Achyani,2006: p.53).
Bursa Efek Indonesia pada tahun 2005 mencatat bahwa DPR yang
tertinggi adalah PT Astra Graphia,Tbk sebesar 93%. Sedangkan DPR terendah
untuk tahun 2005 adalah -136% oleh PT Goodyear Indonesia,Tbk. Sedangkan
pada tahun 2006, PT Metrodata Electronics,Tbk sebagai posisi terendah dalam
membagikan DPR nya yaitu hanya sebesar 2%. Sedangkan perusahaan yang
membagikan dividen tertinggi pada tahun 2006 adalah PT Timah (Persero),Tbk
sebesar 485%. Pada tahun 2007, PT Metrodata Electronics,Tbk kembali
membukukan nilai DPR terendah yaitu sebesar 2% konsisten dengan tahun
sebelumnya. Sedangkan untuk perusahaan yang membagi dividen tertinggi pada
tahun 2007 adalah PT Sepatu Bata,Tbk sebesar 239 %. Perkembangan DPR ini
dapat dilihat pada lampiran 1.
 


Artikel Terkait:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentar lah yang baik dengan tidak menggunakan format bahasa yang kasar, sara, dan provokatif

Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management