Jakarta (ANTARA News) - Pihak Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) memberikan jawaban atau eksepsi atas tuntutan Icuk Sugiarto pada sidang kedua yang digelar di Pengadilan Arbritase Olahraga Indonesia, Kamis.

"Tadi kami dari pihak termohon menyampaikan jawaban. Inti dari jawabannya permohonan pemohon adalah kurang pihak," kata Kuasa Hukum PBSI, Umbu S. Samapaty saat ditemui usai sidang.

Umbu menjelaskan permohonan pemohon (Icuk Sugiarto) dinilai tidak mengikutsertakan Induk Organisasi PBSI dan Ketua Umum Demisoner sebagai pihak dalam permohonan sementara pihak yang paling bertanggungjawab atas pelaksanaan Munas PBSI adalah kedua pihak itu.

"Termasuk pihak-pihak yang mengesahkan hasil-hasil Munas PBSI dan yang menyetujui Bapak Gita Irawan Wirjawan sebagai Ketua Umum PBSI periode 2012-2016, yang disahkan oleh pimpinan sidang Munas PBSI XXI/2012," jelas Kuasa Hukum PBSI lainnya, Manuarang Manalu.

Oleh karena permohonan pemohon adalah kurang pihak atau pluris litis consortium, lanjutnya, telah mengakibatkan permohonan pemohon menjadi cacat formil sehingga sudah seharusnya ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima.

Selain itu Kuasa Hukum PBSI menilai permohonan pemohon kabur dan prematur (obscuur libel) karena sebelum Munas dilaksanakan, seluruh peserta Munas melakukan registrasi termasuk dibagikan susunan acara dan tata tertib Munas yang juga diterima oleh pemohon, yakni Icuk Sugiarto.

Sehingga permohonan pemohon yang mengacu pada rancangan tata tertib dinilai keliru dan tidak berdasar yang mengakibatkan biasnya permohonan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, pihak pemohon sendiri telah menyerahkan daftar alat bukti tertulis dalam gugatan permohonan.

Seperti diketahui, Icuk Sugiarto mengadukan proses pelaksanaan Munas XXI PBSI tahun 2012 yang dinilainya cacat hukum ke BAKI (Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia) dan BAORI (Badan Arbitrase Olah Raga Indonesia) pada 28 September lalu.

Hingga kini persidangan gugatan permohonan telah berjalan dua kali dengan Koesdarto Pramono (Pemimpin Sidang), Yacob Rusdianto (Organizing Committe Munas), dan Yan Haryadi (Steering Committee Munas) sebagai pihak termohon. Sebelumnya, telah digelar tiga kali mediasi antara dua pihak namun tidak menemui titik temu.

Pada sidang selanjutnya akan digelar Selasa (13/11) dengan agenda melengkapi bukti-bukti dan menghadirkan saksi-saksi dari pemohon.

(M047)